Doa Qunut sering dibaca dikala shalat subuh. Namun doa ini juga di lafalkan dikala terjadi bencana. Qunut berasal dari kata Qanata. Kata ini miliki makna indah. Sebuah ketaatan ibadah dalam menjalankan perintah Allah serta mengabdi kepada Allah sang maha pencipta.

Adapun Keutamaan doa Qunut ialah kekuatan doa yang terkandung dalam bacaan Qunut. Doa ini meminta kepada Allah untuk melindungi kita serta digolongkan sebagai golongan yang diridhai_Nya. Di awal disebutkan bahwa doa Qunut tidak hanya dibaca ketika shalat Subuh saja. Menilik dari penggolongannya, doa Qunut dibedakan jadi dua:

- Qunut shalat
- Qunut nazilah
- Qunut shalat; Dilafalkan dikala shalat subuh tepatnya ketika i’tidal atau bangkit sesudah ruku’. Doa ini juga dilafalkan dikala shalat witir.
- Qunut nazilah; Dibaca ketika terjadi bencana. Sedangkan untuk hukumnya doa Qunut ialah sunnah muakkad atau mendekati wajib. Maka umat muslim setidaknya harus membaca doa ini.
Dalam beberapa pandangan kaum ulama ada beberapa pendapat yang menyatakan kalau doa Qunut tidak harus dibaca ketika shalat subuh. Ini sanggup dilakukan bilamana terjadi sebuah insiden yang terkait dengan dilema umat.
Peristiwa yang dimaksud ialah musibah, peristiwa alam, atau wabah penyakit. Apabila itu terjadi maka doa Qunut wajib hukumnya dilafalkan di semua shalat wajib. Pendapat ini dikemukaan oleh Ibnu Utsaimin. Beliau berpandangan kalau tidak harus membaca doa Qunut secara terus-menerus. Sebab, Baginda Nabi Muhammad SAW tidak membaca doa Qunut kalau tidak dalam kondisi tanpa sebab.
Oleh alasannya ialah itu, maka doa Qunut wajib dibaca di semua shalat wajib. Perbedaan pendapat ini tak perlu dijadikan perdebatan. Sebab akan merugikan umat muslim itu sendiri. Dibaca atau tidak, Shalat subuh tidak akan berkurang esensinya dengan atau tanpa doa Qunut.
Peristiwa yang dimaksud ialah musibah, peristiwa alam, atau wabah penyakit. Apabila itu terjadi maka doa Qunut wajib hukumnya dilafalkan di semua shalat wajib. Pendapat ini dikemukaan oleh Ibnu Utsaimin. Beliau berpandangan kalau tidak harus membaca doa Qunut secara terus-menerus. Sebab, Baginda Nabi Muhammad SAW tidak membaca doa Qunut kalau tidak dalam kondisi tanpa sebab.
Oleh alasannya ialah itu, maka doa Qunut wajib dibaca di semua shalat wajib. Perbedaan pendapat ini tak perlu dijadikan perdebatan. Sebab akan merugikan umat muslim itu sendiri. Dibaca atau tidak, Shalat subuh tidak akan berkurang esensinya dengan atau tanpa doa Qunut.
Sementara doa Qunut nazilah yang dibaca dikala terjadi bencana, muncul pula perbedaan pada siapa yang berhak lafalkan doa tersebut. Apakah seorang pemimpin, imam masjid, atau semua umat.
Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menyatakan kalau doa Qunut sanggup dibaca oleh siapa saja. Ini berarti doa Qunut sanggup dilakukan oleh semua umat muslim.Adapun Bacaannya ialah Sebagai Berikut,
Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya menyatakan kalau doa Qunut sanggup dibaca oleh siapa saja. Ini berarti doa Qunut sanggup dilakukan oleh semua umat muslim.Adapun Bacaannya ialah Sebagai Berikut,

Allahummahdiniy fiiman hadait. Wa ‘aafiniy fiiman ‘aafait. Wa tawallaniy fiiman tawallait. Wa baarikliy fiima a’thoita. Wa qiniy syarro maa qodhoit. Fainnaka taqdhii walaa yuqdhoo ‘alaik. Wa innahuu laa yadzillu man waalait. Wa laa ya ‘izzu man ‘aadait. Tabaarokta robbanaa wata’aalait. Falakal hamdu ‘alaa maa qodhoit. Astaghfiruka wa atuubu ilaik. Wa shollallahu ‘alaa sayyidinaa muhammadininnabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii washohbihii wa sallam.
Artinya :Ya Allah tunjukkan saya sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Berikan kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah saya sebagaimana orang-orang yang telah Engkau peliharakan. Berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan saya dari ancaman yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya, Engkaulah yang menghukum dan bukannya yang kena hukum. Dan bahwasanya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi. Maka bagi Engkaulah segala kebanggaan di atas apa yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari-Mu dan saya bertaubat kepada-Mu. Dan biar Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya.
Buat lebih berguna, kongsi:
